BCA Syariah Raih Laba Rp109,4 Miliar pada Semester I/2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:44:31 WIB
BCA Syariah/bcasyariah [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Bank BCA Syariah membukukan laba setelah pajak sebesar Rp109,4 miliar pada semester I/2026. Perolehan tersebut meningkat 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba BCA Syariah didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari penyaluran pembiayaan yang sejalan dengan ekspansi bisnis perseroan. Berdasarkan paparan kinerja perseroan, financing income BCA Syariah mencapai Rp512,9 miliar hingga Juni 2026, naik 16,6% secara tahunan dari Rp439,8 miliar pada Juni 2025.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pembiayaan yang tumbuh 20,5% secara tahunan menjadi Rp13,58 triliun, dari sebelumnya Rp11,27 triliun.

Meski demikian, pertumbuhan laba masih berada di bawah kenaikan financing income. Salah satu faktor yang menahan peningkatan profitabilitas adalah naiknya biaya dana (cost of fund) menjadi Rp267,3 miliar atau tumbuh 5,8% secara tahunan.

Dengan kondisi tersebut, pendapatan margin BCA Syariah tercatat sebesar Rp422,3 miliar, meningkat 13,4% dari Rp372,4 miliar pada Juni 2025.

Di tengah kenaikan biaya dana tersebut, BCA Syariah terus berupaya memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan penghimpunan dana murah. Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2% menjadi Rp15,39 triliun.

Dana murah atau CASA tercatat sebesar Rp6,53 triliun atau sekitar 42,4% dari total DPK. Pertumbuhan terutama didorong oleh giro yang meningkat 23,2% menjadi Rp3,81 triliun, sedangkan tabungan tumbuh 4,5% menjadi Rp2,72 triliun.

Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi serta pendapatan lainnya turut memberikan kontribusi tambahan. Pos tersebut tumbuh 30,4% menjadi Rp37,7 miliar pada semester I/2026.

Namun, peningkatan biaya operasional turut menahan pertumbuhan laba. Beban operasional BCA Syariah naik 20,3% menjadi Rp293,9 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan biaya tenaga kerja serta biaya umum dan administrasi.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio non-performing financing (NPF) gross berada di level 1,84% pada Juni 2026, naik dari 1,75% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, NPF net tercatat sebesar 0,41%.

Terkini