Tubuh Lelah Meski Rutin Olahraga Pentingnya Evaluasi Program Latihan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:51:32 WIB
Ilustrasi Olahraga Beban.

JAKARTA — Meski sudah menjadikan olahraga sebagai rutinitas bulanan, pegiat olahraga maupun masyarakat umum terkadang tetap merasa cepat lelah, kurang bugar saat bangun tidur, atau mendapati performanya stagnan.

Padahal selain faktor konsistensi, capaian hasil latihan amat bergantung pada kesesuaian program olahraga dengan kondisi fisik, kapasitas diri, serta tujuan individu.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO menuturkan bahwa penyusunan program latihan secara tepat menjadi kunci utama dalam meraih hasil optimal yang aman dan berkesinambungan.

"Berolahraga secara rutin memang penting untuk kesehatan. Namun, banyak orang beranggapan bahwa semakin sering berolahraga, hasilnya akan semakin baik. Padahal, tanpa program latihan yang sesuai, tubuh belum tentu menjadi lebih bugar dan risiko kelelahan maupun cedera justru dapat meningkat," kata dr. Taufan.

Dalam penerapannya, skema latihan yang ideal bukan sebatas mendongkrak performa, melainkan juga menuntun tubuh agar beradaptasi dengan porsi beban secara optimal.

Perpaduan antara latihan daya tahan, kekuatan otot, serta kelenturan dan stabilitas yang diselaraskan dengan kebutuhan personal akan meningkatkan kebugaran sekaligus menyokong peningkatan performa tubuh.

"Tidak semua latihan harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Tubuh memerlukan kombinasi latihan yang sesuai dengan tujuan, kemampuan fisik, dan waktu pemulihan yang cukup agar peningkatan performa dapat terjadi secara optimal," tutur dr. Taufan.

Kekeliruan umum yang acap kali terjadi adalah menaikkan intensitas atau volume latihan secara tergesa-gesa demi mengejar hasil cepat, padahal tubuh memerlukan tenggat waktu untuk menyesuaikan diri.

Peningkatan porsi latihan yang dieksekusi secara bertahap dan terukur efektif meminimalkan potensi cedera serta menjaga konsistensi performa.

Di samping porsi latihan, fase pemulihan (recovery) juga memegang peranan krusial bagi peningkatan kebugaran. Kualitas tidur, ketersediaan hari istirahat, serta manajemen beban latihan akan membantu tubuh memulihkan tenaga.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Surabaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menguraikan bahwa evaluasi kondisi fisik secara berkala sangat krusial guna memastikan skema latihan tetap relevan dengan kapasitas diri.

"Pemeriksaan kebugaran, analisis komposisi tubuh, maupun penilaian risiko cedera dapat membantu menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, latihan yang terukur, nutrisi yang tepat, istirahat yang cukup, dan evaluasi berkala menjadi fondasi penting untuk meningkatkan performa sekaligus menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang," papar dr. Pratama.

Bagi warga yang ingin berolahraga secara aman, terukur, dan presisi sesuai profil tubuh, Mayapada Hospital menyediakan fasilitas Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terhubung dengan Orthopedic Center.

Layanan terpadu ini mencakup sports medical check-up, pemindaian kondisi kebugaran, pencegahan cedera, rehabilitasi, hingga perancangan program peningkatan performa olahraga yang dipersonalisasi.

Ditopang oleh tim dokter lintas disiplin profesional serta perangkat penunjang modern seperti sarana gym, Body Composition Analysis, hingga tes VO? Max, SITPEC mendampingi publik dan atlet dalam menyusun program latihan yang aman, terstruktur, dan sesuai target.

Penyampaian informasi selengkapnya terkait pemanfaatan layanan Mayapada Hospital dapat dijangkau lewat Call Center 150770, kontak WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, atau kanal darurat pada aplikasi MyCare.

Aplikasi MyCare turut menyajikan fitur Personal Health yang berguna memantau kebugaran harian, mulai dari penghitung denyut nadi, rekam langkah kaki, pembakaran kalori, sampai indeks massa tubuh (BMI).

Terkini