Indosat Siapkan Dana Rp255 Miliar Selesaikan Pokok Surat Utang

Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:35:02 WIB
Ilustrasi Salah Satu Gerai Indosat Milik PT Indosat Tbk.

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) mengonfirmasi telah mengalokasikan cadangan dana guna melunasi kewajiban surat utang berharga senilai total Rp255 miliar yang dijadwalkan jatuh tempo pada awal September 2026.

Melalui laporan keterbukaan informasi resmi, Sekretaris Perusahaan Indosat Reski Damayanti menerangkan bahwa perseroan memplot dana untuk penyelesaian pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri E sebesar Rp201 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri D senilai Rp54 miliar.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Indosat Tbk telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi ... dan Sukuk Ijarah ... pada tanggal 2 September 2026," tulis Reski, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu merujuk pada publikasi Info Memo Indosat Semester I 2026, ISAT berhasil membukukan perolehan pendapatan hingga menyentuh Rp30,65 triliun, atau melonjak 13,1 persen secara tahunan (year on year). Hasil positif ini sukses diraih walau basis akumulasi pelanggan seluler terkoreksi hingga 2 juta pengguna secara tahunan.

Pada kurun waktu yang sama, total pelanggan Indosat berada pada level 93,4 juta pengguna di semester I 2026, menyusut dibanding periode semester I 2025 yang sempat mencatatkan 95,4 juta pengguna.

Penyusutan ini didorong oleh penurunan pada segmen prabayar (prepaid) dari 93,7 juta menjadi 91,3 juta pelanggan. Sebaliknya, segmen pascabayar (postpaid) justru menguat dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta pengguna pada rentang waktu yang sama.

Walau portofolio kuantitas pelanggan secara keseluruhan melandai, aspek kualitas pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) Indosat justru mengindikasikan lonjakan performa.

Tingkat ARPU gabungan (blended) melambung ke angka Rp46.000 pada semester I 2026, merangkak dari raihan semester I 2025 sebesar Rp39.000. Penguatan angka ARPU ini didorong oleh kenaikan ARPU prabayar dari Rp38.000 menjadi Rp44.000, serta ARPU pascabayar yang terangkat dari Rp95.000 menjadi Rp98.000.

Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya efektivitas monetisasi serta konsumsi lalu lintas data para pengguna. Sepanjang paruh pertama 2026, trafik data Indosat tumbuh pesat 19,9 persen secara tahunan menembus 9.892 petabyte (PB), dibanding periode sama tahun 2025 sebesar 8.249 PB.

Pertumbuhan trafik data tersebut menjadi penopang utama pendapatan dari lini seluler. Segmen ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp25,52 triliun pada semester I 2026, naik 12,2 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp22,74 triliun.

Selain lini seluler, sektor Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) turut mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 18,5 persen secara tahunan menjadi Rp4,69 triliun, dari sebelumnya Rp3,96 triliun. Segmen Fixed Telecom juga menyumbang pertumbuhan 8,4 persen menjadi Rp431,9 miliar.

Ditinjau secara triwulanan, omzet Indosat pada kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp15,43 triliun, naik 1,4 persen dibandingkan dengan kuartal I 2026 yang sebesar Rp15,22 triliun. Kenaikan tipis ini utamanya disokong oleh segmen MIDI yang tumbuh 3,6 persen secara kuartalan menjadi Rp2,38 triliun.

Terkini