Badan Gizi Nasional Perluas Edukasi Gizi Melalui 658.300 Guru

Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:20:32 WIB
Karyawan menyiapkan makan bergizi gratis [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperluas cakupan fungsional dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan merambah sektor edukasi gizi serta keamanan pangan yang ditargetkan menyasar sebanyak 658.300 guru beserta tenaga kependidikan yang tersebar di tiga provinsi.

Langkah strategis tersebut difokuskan untuk mempertajam pemahaman gizi para peserta didik, sehingga esensi program tidak hanya berhenti pada penyediaan sajian makanan semata.

Kepala BGN Sudaryono memaparkan bahwa target awal untuk pelaksanaan literasi gizi dan keamanan pangan ini mencakup 53.831 orang guru dan tenaga kependidikan di wilayah DKI Jakarta, sebanyak 492.944 orang di Provinsi Jawa Barat, serta 111.525 orang lainnya di Provinsi Banten.

"Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan pandangan Sudaryono, kehadiran aspek edukasi memegang porsi yang sangat krusial dalam implementasi MBG sebab muara utama program ini tidak sekadar membagikan makanan bernutrisi kepada para penerima manfaat.

"Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kami yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi," kata Sudaryono.

Sebagai langkah lanjutan, pihak BGN bersama jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menggelar kegiatan tersebut secara berkelanjutan lewat gelaran webinar berseri demi memperluas jangkauan edukasi ke berbagai penjuru.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto menyampaikan bahwa rangkaian acara ini merupakan fase permulaan guna memperluas pemahaman seputar gizi seimbang serta keamanan pangan kepada para siswa yang berstatus sebagai penerima manfaat MBG.

"Kick-off hari ini menjadi tahap awal yang selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis," ujar Mariman.

Lebih lanjut, Mariman menilai bahwa tingkat keberhasilan program MBG ini turut sangat dipengaruhi oleh pemahaman mendalam mengenai gizi seimbang, higienitas pangan, kebersihan lingkungan, serta pembentukan pola hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.

Kalangan guru dipandang mempunyai posisi yang sangat strategis karena mereka berinteraksi secara intensif setiap hari dengan para siswa serta mampu bertindak sebagai jembatan penghubung antara pihak sekolah dengan para orang tua murid maupun pemangku kepentingan terkait.

"Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan, sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya," jelas Mariman.

Terkini