Berlina (BRNA) Gelar Rights Issue Incar Dana Segar Rp372,61 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:59:02 WIB
Ilustrasi PT Berlina Tbk. (BRNA) [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang industri kemasan plastik, yakni PT Berlina Tbk. (BRNA), tengah mematangkan rencana strategis untuk menghimpun perolehan dana melalui aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau yang lazim disebut sebagai rights issue, dengan membidik target perolehan dana maksimal hingga Rp372,61 miliar.

Berdasarkan dokumen prospektus resmi yang telah disampaikan kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas dari pelaksanaan hak memesan efek tersebut nantinya akan dieksekusi langsung oleh pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Dwi Satrya Utama (DSU), melalui mekanisme konversi piutang utang menjadi penyertaan modal.

Di dalam kerangka pelaksanaan aksi korporasi ini, pihak BRNA diagendakan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 543,95 juta lembar saham baru, atau setara dengan porsi 55,56% dari total keseluruhan jumlah saham yang beredar sebelum pelaksanaan PMHMETD III, dengan patokan harga pelaksanaan sebesar Rp685 setiap lembarnya.

Dengan skema tersebut, total potensi akumulasi dana yang berhasil dihimpun dari pasar dipatok mencapai maksimal Rp372,61 miliar.

Distribusi HMETD ini rencananya akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per tanggal 5 Oktober 2026, dengan menggunakan rasio setiap kepemilikan 9 saham lama akan memperoleh sebanyak 5 HMETD.

Selanjutnya, setiap satu hak HMETD tersebut dapat dipergunakan untuk menebus satu lembar saham baru.

Pihak DSU, yang saat ini tercatat memegang kendali atas kepemilikan 54,57% saham di dalam Perseroan, akan mengeksekusi hak HMETD miliknya melalui metode set-off atau kompensasi atas pokok piutang Perseroan yang tercatat pada DSU.

Pendekatan mekanisme serupa juga bakal diterapkan untuk pengalihan HMETD yang diperoleh DSU dari proses pengalihan seluruh hak HMETD milik Lisjanto Tjiptobiantoro serta PT Niaga Karya Tunggal.

Dengan demikian, rangkaian aksi rights issue ini secara efektif membuka lebar jalan bagi pihak DSU untuk mengonversi piutang utang perusahaan menjadi porsi penyertaan modal resmi ke dalam tubuh BRNA.

Besaran nilai pokok utang Perseroan kepada pihak DSU yang dapat dikonversikan menjadi instrumen saham dalam perhelatan PMHMETD III ini tercatat mencapai angka maksimal Rp264,38 miliar.

Selain itu, DSU juga bertindak siaga dengan mengampu peran sebagai Pembeli Siaga guna menyerap sisa porsi saham yang tidak dieksekusi pengambilannya oleh para pemegang HMETD publik lainnya.

Apabila seluruh alokasi HMETD berikut kewajiban sebagai Pembeli Siaga tuntas dijalankan, total nilai konversi utang yang dieksekusi oleh DSU diproyeksikan menyentuh kisaran maksimal Rp264,38 miliar, sementara total penawaran saham baru kepada seluruh pemegang saham secara keseluruhan mencapai puncaknya di angka 543,95 juta saham.

Sebagai daya tarik tambahan, pihak BRNA turut menerbitkan maksimal 181,32 juta lembar Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai bentuk insentif bagi para pemegang saham baru yang menggunakan haknya.

Setiap pelaksanaan atas 3 saham baru akan memberikan hak kepada investor untuk memperoleh 1 Waran Seri I.

Setiap instrumen Waran Seri I tersebut memuat hak bagi pemegangnya untuk menebus satu lembar saham baru dengan harga pelaksanaan yang dipatok pada angka Rp800.

Masa berlaku eksekusi waran ini dapat mulai dimanfaatkan terhitung sejak tanggal 7 April 2027 hingga batas akhirnya pada 8 Oktober 2029.

Akumulasi potensi dana segar yang berpotensi dikantongi Perseroan apabila seluruh Waran Seri I tersebut dieksekusi sepenuhnya mencapai angka maksimal Rp145,05 miliar.

Dalam hal terdapat sisa saham yang tidak terserap habis oleh para pemegang HMETD, maka sisa saham tersebut akan dialokasikan kepada para pemegang HMETD yang mengajukan pemesanan tambahan sesuai koridor ketentuan yang berlaku.

Kendati demikian, apabila masih didapati sisa porsi, pihak DSU akan mengambil bagian penuh sesuai kapasitas tugasnya sebagai Pembeli Siaga.

Pelaksanaan aksi korporasi rights issue ini secara otomatis akan mendongkrak jumlah volume saham beredar di pasaran secara signifikan.

Melalui penerbitan maksimal 543,95 juta saham baru, total populasi saham Perseroan pasca-PMHMETD III berpotensi mengalami lonjakan hingga sekitar 55,56% jika dikomparasikan dengan posisi jumlah saham sebelum dilaksanakannya hajatan korporasi ini.

Di sisi lain, kehadiran insentif penerbitan maksimal 181,32 juta Waran Seri I juga turut membuka ruang potensi penambahan pasokan saham baru manakala seluruh instrumen waran tersebut dieksekusi selama masa tenggat waktu berlakunya.

Terkini