Relokasi FRU dan FSRU, Pelindo Dukung Pengembangan Bali Maritime Hub

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:08:31 WIB
Ilustrasi PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) yang merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo Jasa Maritim dengan fokus lini bisnis pada layanan pemanduan, penundaan, serta jasa kelautan, sukses merampungkan proses pemindahan fasilitas Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU).

Kedua instalasi infrastruktur energi terapung tersebut berhasil digeser dari kawasan Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju ke titik Area Pengembangan 2 (AP2) pada hari Senin (10/8/2026).

Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo, Fariz Hariyoso, memaparkan bahwa tindakan relokasi ini merupakan langkah taktis yang sangat strategis guna menyokong proyek pengembangan kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), seraya memastikan aspek keandalan pasokan energi bagi warga masyarakat di Bali tetap aman dan terkendali.

“Pemindahan FRU dan FSRU merupakan bagian dari upaya penataan kawasan BMTH sebagai destinasi wisata maritim kelas dunia yang terintegrasi dengan kebutuhan infrastruktur energi,” kataya dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (13/8/2026).

Pihaknya menambahkan, pemindahan kedua unit fasilitas terapung ini dieksekusi demi memuluskan rencana pengembangan Bali Maritime Tourism Hub tanpa harus mengorbankan stabilitas pasokan tenaga listrik di pulau Bali.

Menurut pandangannya, kemajuan sektor pariwisata wajib berjalan secara beriringan dengan sektor energi sehingga mampu menghasilkan diseminasi manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat serta roda perekonomian lokal.

Direktur Komersial, Operasi dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, turut menyampaikan bahwa kelancaran proses pemindahan FRU dan FSRU ini terwujud berkat adanya kolaborasi serta sinergi yang solid dari seluruh pemangku kepentingan, yang turut dikawal langsung oleh pengerahan armada armada kapal tunda andalan meliputi KT Jayanegara 303, KT Bima 324, serta KT Bima 315.

"Pelindo Marine berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang andal dan berkualitas untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Jeffry Y. Priastono, memberikan penjelasan bahwa instalasi FRU Lumbung Dewata merupakan aset infrastruktur vital yang memegang fungsi sentral dalam menjaga stabilitas pasokan energi listrik di Bali.

Fasilitas terapung ini tercatat memiliki kapasitas regasifikasi yang mencapai angka 41 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) dan diandalkan untuk menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit-pembangkit listrik milik PLN yang beroperasi di wilayah Bali.

"FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi Bali. Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern," katanya.

Fariz Hariyoso kembali menegaskan bahwa keberhasilan relokasi FRU dan FSRU ini membuktikan bahwa proses pembangunan kawasan pariwisata modern ternyata dapat diakselerasi secara selaras dengan pemenuhan kebutuhan energi yang menjadi fondasi utama bagi kelangsungan aktivitas warga maupun industri pariwisata di Pulau Dewata.

“Sinergi Pelindo Marine, PT Pelindo Energi Logistik, dan PLN Group menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis, transisi energi hijau, serta pengembangan Bali sebagai destinasi maritim kelas dunia,” ucapnya.

Terkini