Gemar Makan Makanan Pedas Berpotensi Bikin Panjang Umur bagi Tubuh

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:37:02 WIB
Ilustrasi Makanan Pedas.

JAKARTA - Makanan pedas umumnya digemari masyarakat karena kelezatannya yang mampu memicu selera makan.

Sensasi hangat hingga panas dari olahan cabai, sambal, jalapeno, maupun kuah kari memberikan tingkat kepuasan tersendiri saat disantap.

Di balik sensasi terbakar pada bibir dan air mata yang menetes, santapan berkandungan capsaicin rupanya menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian klinis bahkan mengaitkan kebiasaan mengonsumsi cabai secara teratur dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit tertentu.

Capsaicin sendiri merupakan zat aktif utama pembawa rasa pedas yang berinteraksi langsung dengan sistem metabolisme, organ jantung, dan peradangan tubuh.

Sejumlah studi populasi mengungkapkan adanya korelasi positif antara konsumsi cabai berkala dengan tingkat kesehatan kardiometabolik yang lebih prima.

Kendati demikian, temuan tersebut bersifat korelasi dan tidak serta-merta membuktikan bahwa makanan pedas secara langsung dapat memperpanjang usia.

Secara medis, capsaicin merangsang pelepasan nitric oxide yang melemaskan serta memperlebar pembuluh darah, sehingga membantu menjaga kestabilan tekanan darah.

Senyawa ini juga membantu melindungi kolesterol LDL dari proses oksidasi yang memicu penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Penelitian terhadap puluhan ribu responden menunjukkan konsumsi cabai empat kali sepekan berkaitan dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Dari aspek metabolisme, capsaicin memacu proses termogenesis untuk membakar energi tubuh serta mengaktifkan jaringan lemak cokelat yang membakar kalori.

Selain itu, capsaicin berinteraksi dengan mikrobioma usus untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik penghasil short-chain fatty acids (SCFA).

Zat SCFA berfungsi memperkuat lapisan dinding usus agar senyawa pemicu peradangan tidak mudah menerobos masuk ke dalam aliran darah.

Kendati kaya manfaat, konsumsi makanan pedas tetap harus disesuaikan dengan tingkat toleransi pencernaan masing-masing individu serta diimbangi pola makan gizi seimbang.

Terkini