JAKARTA - Tidak seluruh sajian kuliner yang nikmat memiliki tampilan visual yang memikat selera. Di bermacam belahan dunia, beberapa jenis hidangan justru memiliki bentuk yang unik bahkan membuat sebagian orang merasa ragu untuk menyantapnya.
Akan tetapi, penampilan luar tidak selalu mencerminkan rasa yang sebenarnya. Makanan yang dipandang ekstrem oleh sebagian orang justru telah menjadi bagian erat dari tradisi kuliner lokal selama bertahun-tahun.
Bahan mentah yang dipakai sangat beragam, mulai dari olahan darah hewan, kaki kodok, daging ular, sampai spesies ikan bernutrisi yang memiliki kandungan racun. Metode pengolahan yang tepat menjadi kunci utama agar seluruh bahan tersebut aman dikonsumsi sekaligus menghasilkan cita rasa khas.
Berikut adalah beberapa sajian kuliner ekstrem dari bermacam negara yang menarik untuk dipelajari:
Blood pudding - Inggris dan Swedia
Blood pudding atau black pudding merupakan olahan darah hewan yang dicampur bahan seperti lemak, gandum, serta bumbu rempah sebelum akhirnya dimasak menyerupai bentuk sosis. Di Swedia, makanan ini dikenal dengan sebutan blodpudding dan biasa disantap bersama bacon serta selai lingonberry.
Kaki kodok - Prancis
Sajian kaki kodok sangat populer dalam tradisi masak Prancis dan biasanya ditumis menggunakan mentega, bawang putih, serta rempah. Teksturnya terasa sangat lembut dan mirip dengan paduan daging ayam serta ikan. Di Indonesia, olahan serupa juga dapat ditemui pada hidangan swikee.
Daging ular derik - Amerika Serikat
Di area selatan serta barat daya Amerika Serikat, daging ular derik biasa dibersihkan, dipotong, lalu dibalur tepung untuk digoreng renyah. Cita rasanya tergolong tidak terlalu menyengat dan memiliki tekstur yang mirip dengan kombinasi daging ayam dan ikan.
Hakarl - Islandia
Hakarl merupakan hidangan khas Islandia berbahan dasar daging hiu Greenland yang harus melalui tahapan fermentasi serta pengeringan untuk menghilangkan racun alami. Proses pengolahan lama tersebut menghasilkan aroma yang amat tajam dan khas.
Casu marzu - Italia
Casu marzu adalah olahan keju tradisional dari Sardinia, Italia, yang terkenal karena memanfaatkan larva lalat hidup untuk membantu proses pematangan. Meski pemasarannya sudah dilarang di kawasan Uni Eropa sejak 2002 karena faktor keamanan pangan, keju ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya setempat.
Surstromming - Swedia
Surstromming adalah ikan haring asal Laut Baltik yang diawetkan melalui teknik fermentasi dalam kaleng. Makanan ini dikenal memiliki aroma yang amat menyengat saat kalengnya dibuka, dan masyarakat Swedia umumnya menikmati ikan ini bersama roti tipis, kentang, serta potongan bawang.
Fugu - Jepang
Fugu merupakan kuliner berkelas berbahan dasar ikan buntal yang mengandung racun tetrodotoksin sangat mematikan jika tidak diolah dengan cermat. Oleh karena itu, para juru masak di Jepang wajib memiliki lisensi dan keterampilan khusus untuk memisahkan bagian beracun sebelum disajikan menjadi sashimi atau sup.