Mengulas Perkembangan Olahraga Golf yang Kini Semakin Mudah Terjangkau

Kamis, 13 Agustus 2026 | 05:09:32 WIB
Ilustrasi Olahraga Golf.

JAKARTA - Olahraga golf kini dinilai semakin inklusif dan mulai dikenal oleh masyarakat dari berbagai kalangan serta tidak lagi identik dengan kelompok kelas atas semata.

Perubahan tersebut membuat golf semakin terbuka bagi masyarakat yang sebelumnya menganggap cabang olahraga ini membutuhkan biaya sangat besar.

Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement PT MAP Aktif Adiperkasa, Martina Harianda Mutis, mengungkapkan bahwa akses bermain golf saat ini jauh lebih mudah dan murah dibanding era akhir 1990-an.

Inklusivitas golf tidak hanya terlihat dari sisi gender dan usia, tetapi juga dari latar belakang ekonomi para pemain yang kian beragam.

AVP Golf House Indonesia PT MAP Aktif Adiperkasa, Ashok Kumar, menyebutkan bahwa kalangan masyarakat kelas menengah kini sudah mulai mengenal dan menekuni olahraga ini.

Meningkatnya minat masyarakat menjadi peluang bagi pelaku industri untuk menyediakan pilihan perlengkapan yang lebih bervariasi, terutama bagi para pemula.

“Beginner itu harusnya dia mencoba dulu, baru dia tahu kekurangannya apa. Jadi kami tidak mengusulkan kalau ada beginner langsung beli set yang harga Rp 100 juta,” ujar Ashok.

Filosofi tersebut mendorong penyediaan paket perlengkapan dasar dengan harga yang lebih terjangkau agar pemula dapat mencoba terlebih dahulu.

“Dari brand A yang memang sekian harganya sampai ke C. Jadi itu yang kami berikan kepada mereka supaya pilihan sesuai dengan kantong,” katanya.

Selain paket khusus pemula, program tukar tambah atau trade in juga dihadirkan untuk memudahkan kepemilikan alat golf tanpa harus dalam kondisi sempurna.

“Walaupun patah, bekas, kami kasih special discount. Tujuannya adalah untuk menarik mereka untuk start,” jelas Ashok.

Di samping program trade in, promosi seperti beli satu gratis satu hingga area bazar produk koleksi tahun sebelumnya turut disiapkan demi menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kadang-kadang ada yang di kelas B, C, D tadi, ‘Saya tuh pengen golf, cuma mungkin agak terlalu mahal’. Makanya kami memberikan pilihan,” katanya.

Di tengah tantangan kondisi ekonomi, strategi industri perlengkapan golf kini lebih difokuskan pada pemenuhan barang yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.

“Ada kelas yang namanya ‘I want’, saya maunya ini. Ada kelas yang ‘I need’,” katanya.

Perlengkapan seperti bola dan sarung tangan masuk dalam kategori kebutuhan mendesak yang harus diganti secara berkala oleh pemain.

“Kalau saya golfer, saya perlu beli bola itu harus. Gloves itu keharusan. Tapi apakah saya mau ganti golf stick, saya tunggu dulu,” ucap Ashok.

“Untuk pada saat begini yang kami fokuskan adalah ‘what I need’,” ujarnya.

Melalui kemudahan akses, variasi harga, dan program promosi, olahraga golf diharapkan terus berkembang serta dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Terkini