Rupiah Bukan Hanya Alat Transaksi, Tapi Simbol Kedaulatan Bangsa

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:39:02 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali [FOTO: NET].

JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, menyatakan bahwa mata uang rupiah tidak sekadar berfungsi sebagai instrumen alat transaksi keuangan belaka, melainkan telah menjadi lambang utama dalam menjaga kedaulatan negara yang menyatukan seluruh elemen bangsa.

“Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Ricky dalam pembukaan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (Ferbi) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ajang Ferbi 2026 yang diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi pengingat penting bahwa kedaulatan bukan hanya soal mempertahankan batas fisik teritorial negara, melainkan juga mempertahankan kedaulatan atas berbagai simbol, institusi, serta instrumen pemersatu bangsa, yang salah satunya diwujudkan melalui rupiah.

Menurut pandangannya, di samping perannya sebagai representasi simbol kedaulatan negara, rupiah juga berfungsi vital sebagai motor penggerak roda perekonomian, pembuka peluang usaha baru, penopang kesejahteraan, sekaligus penyedia akses transaksi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Oleh karena itu, pihak Bank Indonesia senantiasa menaruh komitmen kuat guna memastikan ketersediaan pasokan rupiah dalam berbagai nominal pecahan yang memadai demi menunjang aktivitas perekonomian nasional di seluruh penjuru wilayah NKRI.

“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menyediakan rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, kualitas yang baik, dari waktu yang tepat di seluruh wilayah NKRI,” katanya.

Ricky menambahkan bahwa upaya menjaga kedaulatan rupiah ini tidak akan bisa terwujud secara optimal tanpa adanya dukungan sinergi yang kokoh dari berbagai mitra strategis lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan jajaran TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara dalam mendistribusikan uang rupiah ke daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), kerja sama dengan Bareskrim Polri serta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam mengawal proses pemusnahan uang rupiah asli, hingga pengamanan pengelolaan uang rupiah secara nasional yang didukung oleh Korps Brimob Polri serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Dalam ranah Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan uang rupiah yang memenuhi standar layak edar, memiliki pecahan yang memadai, serta terjamin keamanannya di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Seiring dengan masifnya pertumbuhan transaksi nontunai serta akselerasi digitalisasi, bidang pengelolaan uang pun turut menghadapi dinamika industri PUR serta tuntutan keberlanjutan yang menjadi langkah transformasi strategis dalam menjawab tantangan zaman.

“Bank Indonesia melakukan transformasi PUR melalui tiga hal pertama, yakni modernisasi jaringan distribusi PUR, kedua menerapkan digitalisasi PUR secara end-to-end, dan ketiga penerapan prinsip sustainability,” katanya.

Melalui rangkaian transformasi komprehensif tersebut, pengelolaan uang rupiah oleh BI telah berhasil meraih berbagai apresiasi dan penghargaan bergengsi. Di kancah internasional, rupiah sukses menyabet penghargaan Best New Banknote Series IACA 2023 untuk Uang Tahun Emisi 2022, di mana pecahan uang kertas Rp50.000 juga memperoleh pengakuan global sebagai lembar uang dengan standar tingkat pengamanan terbaik di dunia.

Di samping itu, efektivitas sistem distribusi hingga ke wilayah 3T turut diganjar penghargaan Currency Initiative dari ajang Central Bank Award, serta penghargaan Best New Environmental Sustainability Project dari IACA Award atas keberhasilan proyek pembangunan berkelanjutan yang dijalankan bekerja sama dengan PLN.

Ia menutup pemaparannya dengan menyampaikan bahwa perhelatan Ferbi 2026 ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa merawat kedaulatan rupiah demi mengangkat martabat Indonesia di mata dunia, sekaligus menggelorakan semangat memperkuat kolaborasi, inovasi, serta persatuan dalam menjaga kedaulatan mata uang nasional.

Terkini