Update Harga BBM 14 Agustus 2026 Pertamax Turun Warga Tetap Antre BBM

Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:47:01 WIB
Ilustrasi Petugas SPBU Sedang Mengisi BBM.

JAKARTA - Kebijakan penurunan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp15.950 per liter nyatanya belum sepenuhnya menggeser kebiasaan masyarakat dalam menentukan pilihan bahan bakar harian.

Lantaran patokan Pertalite masih dipatok jauh lebih terjangkau, sebagian kalangan warga di Solo tetap memilih bersabar mengantre demi memperoleh BBM bersubsidi bersangkutan.

Kondisi tersebut salah satunya dialami oleh Annisa, seorang pedagang ayam asal Solo yang setiap pagi diwajibkan pergi ke pasar demi kulakan stok.

Rutinitas harian itu sangat bergantung pada ketepatan waktu mengingat ketersediaan pasokan ayam di pasar bisa cepat habis jika ia tiba terlalu siang.

Akan tetapi, laju antrean Pertalite yang mengular panjang membuat estimasi waktu belanjanya ikut tersita lumayan banyak. Annisa membeberkan bisa membuang waktu sekitar 15 hingga 20 menit hanya demi menyuplai tangki bahan bakar motornya.

"Kalau antre Pertalite itu bisa 15 sampai 20 menit. Padahal saya harus kulakan pagi-pagi, jadi waktu segitu cukup menghambat," ujar Annisa kepada TribunStyle.com Jumat (14/8/2026).

Bagi Annisa, timbulnya keterlambatan dalam hitungan menit saja bisa berdampak langsung pada kelangsungan bisnis yang tengah dirintisnya.

Perempuan tersebut mesti mengamankan stok ayam lebih awal supaya sanggup membawa pulang komoditas sesuai permintaan para langganan.

"Kalau terlambat, ayam di pasar keburu habis. Saya juga ditunggu pelanggan, jadi memang harus cepat," katanya.

Meski sempat mengeluhkan durasi antrean yang memakan waktu, Annisa mengaku belum mampu beralih menggunakan Pertamax.

Banderol BBM nonsubsidi jenis tersebut dinilai masih terlalu membebani kantong bila dibandingkan dengan Pertalite.

Harga Pertamax saat ini dijual Rp15.950 per liter, sementara Pertalite berada di kisaran Rp10.000 per liter, yang menandakan ada selisih hingga mendekati Rp6.000 per liternya.

"Mau beli Pertamax nggak nyandak dengan harganya," ujar Annisa.

Menurut hematnya, selaku pelaku usaha mikro, porsi pengeluaran operasional bahan bakar minyak mesti dihitung secara cermat.

Di samping modal BBM, masih berderet kebutuhan operasional lain yang wajib dipenuhi demi menjaga kelangsungan dagang sehari-hari.

Annisa berharap patokan harga BBM nonsubsidi kelak dapat ditekan lebih murah agar warga mempunyai pilihan logis selain Pertalite.

Lewat penetapan harga yang ramah di dompet, ia menilai sebagian pemilik kendaraan tentu bersedia pindah jalur sehingga antrean Pertalite bisa terurai.

"Sebenarnya kalau harganya lebih terjangkau, mungkin orang juga mau pindah. Jadi antrean Pertalite bisa lebih pendek," tuturnya.

Penyesuaian nominal Pertamax menjadi Rp15.950 per liter sejatinya sudah terkoreksi turun dari posisi sebelumnya yang menyentuh Rp16.250 per liter.

Akan tetapi, bagi lapisan warga yang sangat memperhitungkan pengeluaran harian, jarak harga dengan Pertalite tetap menjadi pertimbangan utama.

Adapun rincian lengkap tarif BBM Pertamina di seluruh wilayah Indonesia per 14 Agustus 2026 dapat dipantau langsung lewat kanal resmi Pertamina Patra Niaga, mulai dari jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Green, hingga Pertamax Turbo

Terkini