Deretan Saham Konglomerat Penopang IHSG di Tengah Tren Lesu Pekan Ini

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:13:02 WIB
Investor mengamati data saham [FOTO: NET].

JAKARTA - Sejumlah saham yang berafiliasi dengan kalangan konglomerat tercatat tampil sebagai penopang utama pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan pekan ini.

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang terafiliasi dengan Low Tuck Kwong muncul sebagai kontributor terbesar dengan memberikan sumbangan poin sebanyak 37,48 terhadap IHSG.

 Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BYAN berhasil mencatatkan penguatan sebesar 19,01% sepanjang pekan ini hingga membawanya ke level Rp19.010 per saham. Dengan besaran kapitalisasi pasar yang mencapai Rp102,10 triliun, kenaikan harga saham tersebut memberikan andil kontribusi hingga 37,48 poin bagi pergerakan IHSG.

Selain BYAN, saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) atau yang dikenal sebagai Mayapada Hospital dan terafiliasi dengan Dato' Sri Tahir, turut mengalami kenaikan sebesar 15,16%. 

Kenaikan itu memberikan kontribusi sebesar 9,33 poin terhadap IHSG. Menyusul di belakangnya, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) yang juga terafiliasi dengan Tahir menguat 17,43% serta menyumbang 7,09 poin.

Sementara itu, dari kelompok usaha milik Prajogo Pangestu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) terpantau naik 11,49% dengan memberikan kontribusi sebesar 4,08 poin terhadap IHSG. Di sisi lain, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turut menguat 1,71% dan menyumbangkan kontribusi sebesar 2,32 poin.

Adapun saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang berafiliasi dengan kelompok usaha Sinarmas masing-masing membukukan kenaikan sebesar 2,15% dan 3,08%. Kedua saham tersebut masing-masing memberikan kontribusi sebesar 2,98 poin dan 2,57 poin terhadap IHSG.

Berikut adalah daftar lengkap 10 saham yang menduduki posisi sebagai top leaders IHSG sepanjang pekan ini:

BYAN: naik 19,01%, kontribusi 37,48 poin

SRAJ: naik 15,16%, kontribusi 9,33 poin

MPRO: naik 17,43%, kontribusi 7,09 poin

ISAT: naik 17,05%, kontribusi 4,48 poin

CUAN: naik 11,49%, kontribusi 4,08 poin

CASA: naik 4,44%, kontribusi 3,51 poin

EXCL: naik 9,80%, kontribusi 3,20 poin

SMMA: naik 2,15%, kontribusi 2,98 poin

DSSA: naik 3,08%, kontribusi 2,57 poin

BREN: naik 1,71%, kontribusi 2,32 poin

Di tengah tren penguatan pada sejumlah saham tersebut, IHSG secara keseluruhan ditutup di level 6.401,888 pada akhir perdagangan hari Jumat (14/8/2026). Indeks tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,12% atau terpangkas 7,762 poin jika dibandingkan dengan posisi pada pekan sebelumnya yang berada di level 6.409,65.

Sentimen utama yang memengaruhi dinamika pasar sepanjang pekan ini bersumber dari laporan MSCI perihal perlakuan terhadap saham Indonesia serta isi pidato Presiden Prabowo Subianto yang turut memuat berbagai asumsi dasar makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Head of Research RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, menilai bahwa pidato Presiden Prabowo mencerminkan fokus kuat pemerintah terhadap upaya penguatan ketahanan pangan dan energi, pengawasan rantai pasok beserta ekspor komoditas, hingga reformasi badan usaha milik negara (BUMN).

Dari sudut pandang pasar modal, Andrey memperkirakan bahwa dampak awal dari RAPBN 2027 terhadap pergerakan IHSG cenderung positif. Penetapan target defisit anggaran yang lebih rendah, status investment grade, serta kejelasan pipeline proyek dinilai mampu mendongkrak tingkat kepercayaan investor.

Sebagai catatan, pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2027 sebesar 6%, yang dipatok lebih tinggi dibandingkan asumsi pada tahun 2026 sebesar 5,4%. Sementara itu, asumsi tingkat inflasi ditetapkan sebesar 2,5%, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok pada level 6,9%, serta nilai tukar rupiah ditetapkan sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Sebagai bahan perbandingan, asumsi dasar pada APBN 2026 mencakup pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, inflasi 2,5%, suku bunga SBN tenor 10 tahun di level 6,9%, serta kurs rupiah senilai Rp16.500 per dolar AS.

Terkini