Kinerja Semester I/2026, KFC (FAST) Berhasil Tekan Angka Kerugian

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:54:32 WIB
Salah satu gerai KFC [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) selaku emiten pengelola jaringan restoran cepat saji KFC berhasil mencatatkan perbaikan kinerja yang kian positif sepanjang kurun waktu paruh pertama tahun ini, yakni periode Januari hingga Juni 2026. Besaran rugi bersih yang ditanggung oleh perseroan terpantau mengalami penyusutan hingga lebih dari 50% sepanjang semester I/2026.

Berdasarkan tinjauan terhadap laporan keuangan, FAST sukses membukukan kinerja top line yang cukup solid, di mana total pendapatan tercatat mengalami peningkatan sebesar 16,08% secara year-on-year (YoY) dari posisi Rp2,40 triliun pada paruh pertama tahun 2025 menjadi Rp2,78 triliun untuk periode yang sama pada tahun 2026.

Jika ditinjau dari sisi sebaran wilayah penjualan, kontribusi pemasokan terbesar bagi gerai KFC masih didominasi oleh wilayah Restaurant Support Center (RSC) Jakarta dengan perolehan nominal mencapai Rp979,98 miliar sepanjang tahun 2026. Disusul kemudian oleh kontribusi dari RSC Makassar senilai Rp352,24 miliar serta RSC Medan yang menyumbang Rp209,15 miliar.

Selain itu, angka penjualan perseroan di wilayah Palembang tercatat senilai Rp218,11 miliar, wilayah Bandung sebesar Rp186,50 miliar, serta kontribusi dari berbagai wilayah lainnya yang mencapai Rp843,85 miliar. Secara keseluruhan, seluruh wilayah operasional penjualan perseroan menunjukkan tren kenaikan sepanjang paruh pertama tahun 2026 ini.

Seiring dengan meningkatnya angka penjualan tersebut, FAST juga mencatatkan lonjakan pada komponen beban pokok penjualan yang membengkak sebesar 28,23% YoY menjadi Rp1,23 triliun selama kurun waktu Januari—Juni 2026, naik dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp961,44 miliar pada periode tahun lalu.

Kendati demikian, berkat pertumbuhan pendapatan yang memadai, FAST sebetulnya masih mampu mengantongi perolehan laba bruto senilai Rp1,55 triliun sepanjang semester I/2026. Capaian laba kotor ini bahkan mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,44 triliun.

Namun demikian, setelah dikalkulasikan dengan pembebanan berbagai biaya operasional, pajak, serta pos beban lainnya, FAST tetap berada dalam posisi rugi bersih dengan membukukan kerugian periode berjalan senilai Rp56,74 miliar selama enam bulan pertama tahun 2026. Meskipun demikian, realisasi kerugian ini menunjukkan perbaikan kinerja yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan besaran rugi bersih pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp138,75 miliar.

Bergeser pada tinjauan neraca keuangan per Juni 2026, FAST mencatatkan total aset yang mengalami peningkatan menjadi Rp5,16 triliun, naik dari posisi per Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp4,94 triliun. 

Di sisi lain, jumlah liabilitas atau kewajiban pembayaran perseroan turut membengkak hingga mencapai Rp4,75 triliun per Juni 2026. Sebaliknya, komponen ekuitas perseroan terpantau mengalami penyusutan dan berada di level Rp408,94 miliar pada akhir periode Juni 2026.

Terkini