Sinergi PNM & OJK Perkuat Bekal UMKM Perempuan Aceh Naik Kelas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:59:31 WIB
Sinergi PNM dan OJK Perkuat Bekal UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas [FOTO: NET].

JAKARTA - Bagi para pengusaha ultra mikro, ketersediaan modal bukanlah satu-satunya faktor penentu agar sebuah bisnis dapat bertahan dan berkembang. Kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko usaha, mengurus legalitas, hingga membaca peluang pasar merupakan bekal krusial agar lini bisnis dapat terus bertumbuh. 

Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam sinergi antara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat mendampingi para perempuan pengusaha ultra mikro di wilayah Aceh. Penyaluran pembiayaan diberikan beriringan dengan penguatan tingkat literasi, sehingga para nasabah tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mengantongi pengetahuan dalam mengelola serta mengoperasikan bisnis mereka secara optimal.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengemukakan bahwa literasi keuangan memegang peranan penting dalam perjalanan para nasabah menuju kemandirian usaha.

“Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya.

Pendekatan terpadu tersebut terbukti memberikan dampak yang kian meluas. Sampai dengan 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di wilayah Aceh telah menerima manfaat dari program pembiayaan sekaligus pendampingan. Para nasabah tersebut terhimpun dalam 19.628 kelompok dan memperoleh bimbingan rutin dari 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar di 77 unit kerja di seluruh pelosok Aceh.

Program pendampingan ini juga diarahkan secara intensif agar unit usaha nasabah semakin siap masuk ke dalam ekosistem bisnis formal. Lebih dari 56.714 nasabah telah dibantu dalam memproses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sejumlah nasabah lainnya kini telah mengantongi sertifikat halal. 

Di samping pendampingan usaha, PNM turut menyalurkan beasiswa pendidikan bagi 104 anak nasabah sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan dan kesejahteraan keluarga secara lebih menyeluruh.

Salah satu gambaran nyata dari proses pendampingan tersebut terlihat pada perjalanan Nur Asma, pemilik usaha kuliner “Keripik Pisang Kak Nur”. Sebagai seorang single parent yang membesarkan tiga orang anak, Nur Asma merintis usahanya sejak tahun 2016. Usai bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar Syariah pada 2024, skala usahanya terus berkembang hingga kini berhasil mencapai grade A dengan batas plafon pembiayaan sebesar Rp6 juta. 

Tidak berhenti pada dukungan pembiayaan semata, usahanya kini juga telah mengantongi NIB serta sertifikat halal melalui fasilitas pendampingan dari PNM.

Rekam jejak perjalanan tersebut membuktikan bahwa ketika akses permodalan berpadu dengan pendampingan serta pembekalan pengetahuan yang tepat, usaha berskala rumah tangga pun memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal turut berpandangan bahwa pelaku UMKM perlu terus mengasah pola pikir serta kemampuan dalam mengelola usaha. Menurutnya, usaha yang berawal dari dapur rumah tangga sekalipun tetap membutuhkan perencanaan yang matang, pemahaman pasar, serta tata kelola keuangan yang tertib.

“Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kami jual produk kami sendiri, kami harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.

Pesan tersebut dinilai semakin krusial ketika usaha kecil mulai menghadapi ceruk pasar yang lebih luas. Produk yang mampu menarik perhatian konsumen sudah sepatutnya dibarengi dengan kecakapan mengelola usaha agar pertumbuhannya tidak sebatas mengikuti tren sesaat.

“Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” kata Illiza.

Di kawasan Aceh, potensi bagi pengembangan sektor UMKM tergolong masih terbuka lebar. Saat ini terdapat lebih dari 4.400 unit usaha di Kota Banda Aceh yang bergerak di bermacam sektor, mulai dari bidang pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan, hingga industri pengolahan. Berbagai potensi besar tersebut dapat dipacu perkembangannya dari skala terkecil melalui kolaborasi serta pendampingan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, sinergi antara PNM dan OJK tidak sekadar memperluas akses pembiayaan semata. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem yang membantu para pengusaha memahami cara mengelola keuangan, membangun usaha secara lebih tertib, memenuhi legalitas formal, dan melihat peluang pertumbuhan yang lebih luas. 

Bagi para nasabah PNM Mekaar di Aceh, pembekalan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah dari sekadar bertahan hidup menjadi lebih siap berkembang dan naik kelas.

Terkini