Tinjau Gempa NTT Mendagri Tito Pastikan Bantuan dan Logistik Warga

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:53:34 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turun langsung menyambangi wilayah terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Langkah peninjauan ini diambil sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi proses penanganan pascabencana di berbagai daerah NTT.

Kegiatan pemantauan lapangan tersebut dilaksanakan bersama Menko PMK Pratikno, Menteri PU, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Di lokasi, Tito menegaskan pengerahan seluruh bentuk bantuan guna memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi daerah.

Demi mewujudkan langkah cepat tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi terkait kesiapan alokasi dana darurat penanggulangan bencana.

Tito menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi seluruh pemerintah daerah, termasuk wilayah provinsi hingga kabupaten/kota di NTT.

“Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp 18,9 triliun, dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota se-NTT,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Guna menjamin penggunaan alokasi dana tersebut berjalan tepat sasaran, Tito memastikan keterlibatan jajaran pengelola keuangan daerah setempat.

Sinergi anggaran ini merupakan bagian terpadu dari komitmen pemerintah dalam merealisasikan arahan Presiden di lapangan.

Upaya pemulihan tidak hanya bersandar pada dukungan fiskal daerah, melainkan juga melibatkan pengerahan bantuan lintas kementerian dan lembaga yang mencakup sektor logistik, layanan kesehatan, pasokan energi, hingga perbaikan sarana publik.

Pemerintah turut memprioritaskan pemulihan sarana transportasi yang rusak agar lalu lintas warga dan penyaluran bantuan dapat segera pulih.

Sejumlah titik jalan dan jembatan yang rusak maupun terputus kini menjadi prioritas utama penanganan fisik.

Tito menyebutkan bahwa pengerjaan pembersihan material longsor di badan jalan nasional sudah mulai berjalan.

“Mulai tadi pagi dilakukan pembersihan jalan. Untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi,” tandasnya.

Percepatan ini terus diupayakan agar seluruh masyarakat terdampak bisa dengan cepat menerima bantuan serta fasilitas penunjang yang dibutuhkan.

Kerja sama intensif antara pemerintah pusat, pemda, dan kementerian terkait akan terus ditingkatkan agar penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Terkini