Penyebab Kucing Stres dan Tanda Perilaku yang Perlu Diwaspadai

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:12:02 WIB
Ilustrasi ciri kucing stres.

JAKARTA - Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan di lingkungan sekitarnya. Hal-hal sederhana yang dianggap biasa oleh manusia bisa menjadi sumber kecemasan bagi kucing.

Kehadiran tamu di rumah, hewan peliharaan baru, anggota keluarga baru, renovasi, hingga suara bising dapat mengganggu kenyamanan kucing. Jika kondisi ini terjadi berkepanjangan, kesehatan dan perilaku hewan tersebut bisa terganggu.

Karena tidak dapat berbicara, kucing menunjukkan rasa tertekan melalui perubahan kebiasaan. Salah satu tanda yang paling terlihat adalah perubahan pola makan dan minum yang drastis.

Kucing yang merasa cemas bisa kehilangan nafsu makan atau justru makan secara berlebihan. Munculnya gejala fisik seperti muntah atau diare juga memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pastinya.

Perubahan pola tidur turut menjadi indikator kecemasan pada hewan ini. Kucing bisa tidur lebih lama dari biasanya atau malah terlihat gelisah dan sulit untuk beristirahat.

Stres juga memicu perubahan perilaku menjadi lebih agresif atau merusak barang. Kucing yang biasanya tenang dapat mendesis, mencakar perabotan, hingga buang air di luar kotak pasir.

Kebiasaan menjilati tubuh secara berlebihan atau overgrooming juga patut diwaspadai. Perilaku ini dapat menyebabkan bulu menipis, rontok, hingga menimbulkan luka pada kulit.

Selain itu, perubahan vokalisasi seperti sering mengeong atau mendesis menandakan adanya tekanan emosional. Kucing yang tertekan umumnya memilih untuk lebih sering bersembunyi di tempat terpencil.

Pemilik perlu peka terhadap berbagai perubahan ini agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Jika kebiasaan buang air atau perilaku berubah mendadak, konsultasi ke dokter hewan sangat dianjurkan.

Terkini