Efisiensi BUMN Transportasi Tak Cukup Sampai Struktur, Danantara Dorong Biaya Logistik Lebih Murah

Efisiensi BUMN Transportasi Tak Cukup Sampai Struktur, Danantara Dorong Biaya Logistik Lebih Murah
Efisiensi BUMN Transportasi Tak Cukup Sampai Struktur, Danantara Dorong Biaya Logistik Lebih Murah

Penyederhanaan struktur BUMN transportasi tidak boleh berhenti pada pengurangan hierarki atau penggabungan anak usaha. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengingatkan bahwa esensi transformasi ini adalah melahirkan layanan yang lebih andal dengan biaya yang tidak membebani masyarakat.

"Streamlining di BUMN pelayanan publik itu menjadi keniscayaan, sebab salah satu fungsi utama BUMN adalah untuk public services. Dengan pola tersebut akan tercipta pelayanan publik yang andal dan tingkat kepuasan publik yang tinggi," ujar Tulus, Senin (10/8/2026).

Indikator Keberhasilan dan Risiko yang Harus Dimitigasi

Tulus menegaskan bahwa efisiensi korporasi dan kualitas pelayanan bisa berjalan beriringan jika ditopang tata kelola yang kuat. Indikator keberhasilannya pun konkret: kepuasan pengguna naik, pengaduan ditangani lebih cepat, dan kontribusi ke negara menguat.

Namun, ia mengingatkan adanya risiko yang harus dijaga. Efisiensi biaya produksi di tingkat perusahaan jangan sampai diterjemahkan menjadi kenaikan tarif atau beban baru bagi publik. Justru sebaliknya, dalam jangka menengah transformasi ini harus mendorong penurunan biaya logistik yang ujungnya dirasakan konsumen akhir.

"Aspek yang harus dimitigasi adalah efisiensi biaya produksi dari BUMN tersebut, sehingga publik tidak harus menanggung biaya yang tidak seharusnya dibebankan," tegasnya.

Langkah Nyata Pelindo, InJourney Airports, dan Jasa Marga

Di bawah koordinasi Danantara, tiga BUMN bergerak dengan fokus berbeda sesuai sektornya. Pelindo melakukan corporate streamlining dengan mengurangi duplikasi fungsi dan standardisasi layanan di sektor pelabuhan, sekaligus memperkuat integrasi operasional.

InJourney Airports, pengelola bandara, mengambil jalur pengelolaan pembiayaan yang lebih terintegrasi. Hasilnya, restrukturisasi yang dilakukan berkontribusi menurunkan beban bunga sekitar 10 persen secara tahunan.

Sementara di sektor jalan tol, Jasa Marga mengandalkan digitalisasi. Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) kini didukung lebih dari 3.500 kamera CCTV real-time, sementara aplikasi Travoy telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali. Teknologi ini menghubungkan efisiensi operasional dengan pengalaman pengguna di lapangan.

Perubahan Paradigma Pengelolaan BUMN

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut momentum ini sebagai perubahan paradigma. BUMN tidak lagi bisa mengandalkan status sebagai perusahaan negara, melainkan harus kompetitif melalui inovasi dan efisiensi.

"BUMN didorong untuk semakin kompetitif melalui inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar mengandalkan status sebagai perusahaan negara," kata Dony.

Transformasi ini menjadi bagian dari penguatan kekuatan nasional yang disinergikan bersama Danantara, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Bagi masyarakat, ujian sebenarnya adalah apakah perjalanan logistik menjadi lebih murah dan layanan transportasi publik terasa lebih baik dalam beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index