Produksi Katoda Tembaga Freeport Diprediksi Capai 400.000 Ton di 2026

Produksi Katoda Tembaga Freeport Diprediksi Capai 400.000 Ton di 2026
PT Freeport Indonesia.

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan volume produksi katoda tembaga perusahaan pada tahun ini sanggup menembus angka 400 ribu ton.

Hasil produksi tersebut bersumber dari dua fasilitas pemurnian utama yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, yakni PT Smelting dan Smelter Manyar.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyebutkan bahwa estimasi produksi katoda tembaga dari Manyar mencapai kisaran 50% dari total kapasitas produksi, sedangkan porsi sisanya disokong oleh PT Smelting.

"65% dari total kapasitas produksi (smelter) kami. Ya produksi dari Manyar masih kira-kira sekitar 50%, karena 50% kan diproses di PT Smelting. Total kira-kira mungkin sekitar hampir 400.000 ton, termasuk PT Smelting dan Manyar," beber Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).

Menurut penjelasan Tony, saat ini pasokan konsentrat tembaga dari wilayah Papua sudah mulai dialirkan ke smelter Manyar.

Kendati demikian, pihak Freeport masih menunggu sampai kuantitas konsentrat mencukupi sebelum mengoperasikan furnace dalam skala kapasitas yang lebih besar.

"Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar. Jadi mungkin, kan biar volumenya cukup dulu baru kami bakar di furnace," katanya.

Tony menambahkan bahwa operasional smelter tidak akan langsung berjalan pada kapasitas penuh di bulan September.

Kapasitas operasional smelter Manyar diperkirakan masih berada di bawah tingkat 30%, sementara produksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah Freeport hingga akhir tahun diperkirakan baru menyentuh 65% dari kapasitas total.

Sebagai informasi, smelter milik PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang bertempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Proyek yang dikerjakan sejak Oktober 2021 ini telah merilis produksi katoda tembaga perdananya pada Senin, 23 September 2024 lalu, yang diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Fasilitas pemurnian dengan desain single line terbesar di dunia tersebut dibekali kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun serta mampu menghasilkan sekitar 600.000 hingga 700.000 katoda tembaga per tahun.

Jika digabungkan dengan smelter perdana yang dikelola PT Smelting Gresik, kedua fasilitas pemurnian milik PT Freeport Indonesia ini bakal memurnikan total 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, sekaligus menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak per tahun.

Mengutip laporan resmi PTFI, total investasi kumulatif untuk pengembangan proyek smelter Manyar yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektare di JIIPE, Gresik tersebut menembus US$ 3,7 miliar atau senilai Rp 58 triliun.

Smelter ini ditunjang oleh Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat, Unit Desalinasi, serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant guna mengoptimalkan penggunaan bahan baku, produk sampingan, hingga pengolahan limbah demi mencapai proses peleburan dan pemurnian yang efisien.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index