Siswa Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Bukti Kesempatan Berprestasi

Siswa Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Bukti Kesempatan Berprestasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai masuknya siswa Sekolah Rakyat dalam barisan Paskibraka tingkat nasional 2026 menjadi bukti nyata bahwa seluruh anak bangsa memunyai peluang setara dalam meraih prestasi tanpa dibatasi latar belakang ekonomi keluarga.

"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kami terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto kemungkinan besar belum mendengar kabar perihal lolosnya siswa Sekolah Rakyat tersebut. Ia menyebut pihak pemerintah juga tidak memantau satu per satu tahapan seleksi Paskibraka yang diselenggarakan di 38 provinsi.

Menurutnya, keberhasilan siswa Sekolah Rakyat menembus posisi anggota Paskibraka membuktikan bahwa ruang untuk berkontribusi serta mengukir prestasi tidak lagi ditentukan oleh kapasitas finansial orang tua.

"Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kami ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," katanya.

Ia melanjutkan bahwa meraih posisi sebagai bagian Paskibraka tingkat nasional bukanlah perkara gampang. Para calon Paskibraka wajib melalui penggemblengan fisik secara ketat sekaligus membentuk daya tahan mental demi mengemban amanah di hadapan seluruh rakyat Indonesia.

Prasetyo memandang ujian utama para calon Paskibraka tidak sebatas pada kesiapan fisik semata. Mereka dituntut memelihara fokus serta presisi saat bertugas mengingat tiap detail gerakan akan menjadi sorotan luas.

"Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," kata Prasetyo.

Oleh sebab itu, ia mengimbau publik untuk memberikan penghargaan penuh kepada para anggota Paskibraka yang telah menempuh perjalanan panjang hingga dipercaya mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Marilah kami semua lebih banyak untuk kami memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kami apa pun, bidang kami apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kami hargai," ujarnya.

Di lain pihak, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengonfirmasi bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang siswa Sekolah Rakyat berhasil lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk peringatan HUT ke-81 RI.

"Alhamdulillah ada satu calon Paskibraka ini yang berasal dari Sekolah Rakyat," kata Rima saat meninjau latihan gabungan Paskibraka di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Siswa berprestasi tersebut diketahui bernama Ismi Ulfaida yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia menjadi utusan provinsi tersebut mendampingi M. Deni Fikri yang berasal dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.

Rima menaruh harapan agar hadirnya murid Sekolah Rakyat di skuad Paskibraka nasional mampu memicu motivasi serta semangat para pelajar Sekolah Rakyat lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam ajang kepaskibrakaan pada masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index