TNI AD Bidik Pembangunan 5.000 Titik Jembatan Perintis Nusantara

TNI AD Bidik Pembangunan 5.000 Titik Jembatan Perintis Nusantara
TNI resmikan 2.500 jembatan di berbagai wilayah Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mematok target ambisius untuk membangun hingga sebanyak 5.000 titik jembatan perintis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia demi mendongkrak tingkat konektivitas perekonomian masyarakat, terkhusus bagi warga yang bermukim di kawasan pedesaan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak memaparkan bahwa upaya penguatan pengembangan jaringan infrastruktur jalur penyeberangan ini terus digenjot percepatannya melalui peningkatan efisiensi teknis pengerjaan serta evaluasi berkala terhadap spesifikasi konstruksi di lapangan.

"Kami akan meyakinkan target 5.000 titik. Kami meyakini 5.000 ini bisa selesai setelah kami capai perjalanan teknis-teknis dalam pembuatan kami semakin cepat," ujar Maruli dalam agenda Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD, Kamis (13/8/2026).

Maruli menguraikan lebih lanjut bahwa hingga kurun waktu saat ini, jajaran TNI AD tercatat telah menggarap total sebanyak 3.008 titik jembatan yang lokasinya tersebar di berbagai daerah di penjuru nusantara.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 2.500 unit titik jembatan dilaporkan telah sukses tuntas dibangun sepenuhnya, sementara sisa 508 titik jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan konstruksi fisik di lapangan.

Di samping itu, pihaknya juga terus berfokus mengoptimalkan agenda pemulihan infrastruktur di wilayah-wilayah yang sempat diterpa musibah bencana alam, seperti di kawasan Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat, agar seluruh pengerjaannya bisa rampung secara tuntas pada tahun ini.

"Di daerah bencana ini kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini," tegas Maruli.

Lebih lanjut, dari total keseluruhan jembatan yang telah terbangun di 3.008 titik tersebut, diklaim telah memberikan dampak pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan tingkat aksesibilitas sosial maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.

Secara akumulatif, infrastruktur jembatan perintis yang telah berdiri kokoh ini berhasil menyambungkan akses lintasan menuju ke sebanyak 9.008 unit sekolah, menghubungkan 7.807 desa, serta menjangkau 4.502 fasilitas pelayanan kesehatan yang terletak di daerah-daerah terpencil.

Akselerasi konektivitas wilayah ini turut tercatat mampu memperlancar rantai suplai distribusi logistik bagi 4.618 fasilitas kegiatan ekonomi sekaligus menopang kemudahan mobilitas harian bagi lebih dari 4,5 juta jiwa penduduk penerima manfaat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index