Allianz Indonesia Catat Pertumbuhan Premi 9.6 Persen Sepanjang 2025

Allianz Indonesia Catat Pertumbuhan Premi 9.6 Persen Sepanjang 2025
Allianz Indonesia.

JAKARTA - Tiga entitas di bawah naungan Allianz Indonesia membukukan perolehan premi bruto gabungan hingga menyentuh angka Rp21,4 triliun, atau mengalami lonjakan sebesar 9,6 persen secara year on year (YoY).

Ketiga badan usaha tersebut mencakup asuransi jiwa PT Asuransi Allianz Life Indonesia, unit asuransi jiwa syariah PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia, serta asuransi umum PT Asuransi Allianz Utama Indonesia.

Akumulasi total aset gabungan dari perusahaan asal Jerman yang merintis kantor perwakilan di Indonesia sejak 1981 ini berhasil mencapai Rp41,9 triliun, tumbuh 4,5 persen secara YoY.

Kumpulan aset tersebut merangkum seluruh lini operasional Allianz, baik yang bergerak di sektor konvensional maupun berbasis syariah.

Di sisi lain, ketiga entitas Allianz menyalurkan pembayaran klaim serta manfaat gabungan senilai Rp6,2 triliun sepanjang tahun 2025, melonjak 19,7 persen (YoY).

Distribusi klaim ini mencakup proteksi jiwa beserta kesehatan konvensional maupun syariah, serta lini proteksi asuransi umum.

Sampai dengan tahun 2025, tercatat lebih dari 830.000 pemegang polis yang mendapatkan perlindungan finansial dari layanan Allianz.

Secara rinci, lini asuransi konvensional Allianz Life menyumbang perolehan premi sebesar Rp18,6 triliun atau naik 9,2 persen (YoY), dengan realisasi pembayaran klaim mencapai Rp5,1 triliun.

Total aset Allianz Life menyentuh angka Rp36,4 triliun pada 2025, ditopang posisi rasio permodalan atau risk-based capital (RBC) yang berada di level sehat 260 persen.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Alexander Grenz mengungkapkan bahwa capaian positif ini membuktikan kuatnya tingkat kepercayaan nasabah terhadap perusahaan.

Ia menilai rangkaian solusi proteksi yang dihadirkan Allianz sangat selaras dengan tren lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap jaminan kesehatan dan jiwa.

"Di tengah tantangan inflasi medis, kami terus berfokus untuk menyediakan solusi perlindungan kesehatan yang komprehensif, mudah diakses, dan berkelanjutan, sehingga dapat membantu nasabah menjaga ketahanan finansial saat menghadapi berbagai risiko kehidupan," ujar Grenz.

Sementara itu, pada sektor perlindungan syariah, Allianz Syariah mencatatkan kontribusi bruto sebesar Rp1,9 triliun atau menanjak 10,0 persen (YoY) sepanjang tahun 2025.

Perusahaan menyalurkan santunan senilai Rp969,5 miliar kepada para peserta, dengan posisi total aset mencapai Rp3,6 triliun.

Rasio solvabilitas RBC Allianz Syariah tercatat perkasa di angka 2.245 persen untuk dana perusahaan serta 255 persen bagi dana tabarru' dan tanahud.

Direktur Utama Allianz Syariah Elmie A. Najas menyebutkan tren ini mengindikasikan kesadaran publik terhadap produk asuransi berbasis syariah kian menanjak.

Menurutnya, sistem asuransi syariah memegang peran krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui landasan tolong-menolong serta pengelolaan yang amanah.

"Sejalan dengan nilai Maqasid Syariah, kami terus berfokus menyediakan solusi perlindungan jiwa dan kesehatan yang dapat membantu peserta menghadapi berbagai risiko dan memberikan rasa aman sesuai dengan prinsip syariah," ujar Elmie.

Beralih ke lini asuransi umum, Allianz Utama meraup premi sebesar Rp911,5 miliar pada tahun 2025 atau tumbuh 15,3 persen (YoY).

Kinerja tersebut disokong oleh berbagai lini komersial, di mana asuransi tanggung gugat mendominasi 35 persen dari total premi, diikuti sektor properti 32 persen, perjalanan 12 persen, marine 10 persen, serta kendaraan bermotor 9 persen.

Allianz Utama membayarkan klaim kepada nasabah perorangan maupun korporasi senilai Rp207,1 miliar, dengan total aset perusahaan menyentuh Rp1,9 triliun serta rasio solvabilitas di angka 592 persen.

Presiden Direktur Allianz Utama, Sunadi, menyatakan bahwa kinerja solid ini merefleksikan dedikasi perseroan dalam menghadirkan produk asuransi umum yang tepat guna bagi nasabah individu maupun pelaku usaha.

"Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat dan berorientasi jangka panjang, harus dibangun di atas fondasi tata kelola risiko yang kuat dan layanan yang dapat diandalkan," ujar Sunadi.

Memasuki periode Juni 2026, ketiga pilar bisnis Allianz Indonesia mencatatkan akumulasi premi gabungan senilai Rp11,4 triliun dengan total aset tetap bertahan di posisi Rp41,9 triliun, serta realisasi pembayaran klaim mencapai Rp3,1 triliun.

Menghadapi dinamika ekonomi yang penuh tantangan, mulai dari eskalasi biaya layanan kesehatan hingga kebutuhan proteksi masyarakat yang meluas, Allianz Indonesia konsisten memperkuat ekosistem perlindungan lewat strategi ONE Allianz.

Skema kolaboratif ini memampukan seluruh entitas untuk menyajikan rangkaian solusi proteksi menyeluruh dari hulu ke hilir bagi individu, keluarga, maupun pelaku bisnis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index